Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu RI Ingatkan ASN Jauhi Pinjol dan Judi Online

D

Ketua Bawaslu RI Ingatkan ASN Jauhi Pinjol dan Judi Online

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Bawaslu agar menjauhi praktik pinjaman online (pinjol) maupun judi online (judol). Pesan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan usai pelantikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Bawaslu RI yang digelar secara luring dan daring melalui Zoom Meeting, Selasa (19/05/2026).

Dalam arahannya, Bagja mengungkapkan adanya sejumlah kasus ASN yang terjerat persoalan pinjol hingga menggunakan nama pejabat negara sebagai penjamin. Selain itu, berdasarkan deteksi Badan Siber Nasional, terdapat ratusan ASN yang terindikasi terlibat judi online pada tahun 2023 hingga 2024.

“Tahun 2023–2024 ada sekitar 300 ASN yang diduga bermain judi online. Semuanya sudah diberikan teguran agar tidak mengulangi perbuatannya,” tegas Bagja.

Ia menekankan pentingnya menjaga pola hidup sesuai kemampuan ekonomi dan menghindari perilaku konsumtif yang dapat memicu persoalan finansial. Menurutnya, ASN harus mampu mengelola keuangan dengan bijak agar tidak terjebak dalam praktik yang merugikan diri sendiri maupun institusi.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ferdinand Tiar Eskol Sirait, juga memberikan pesan serupa kepada para PNS baru. Ferdinand mengingatkan agar para ASN menjaga pola hidup sederhana dan tidak memaksakan diri mengikuti gaya hidup konsumtif yang marak dipengaruhi media sosial dan tren digital saat ini.

“Pergunakan uang kalian baik-baik. Tidak usah menggunakan uang melebihi kapasitas kalian,” ujarnya.

Ia menilai pengaruh media sosial, podcast, hingga konten gaya hidup sering kali mendorong generasi muda untuk mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan pribadi. Hal tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk masalah finansial hingga ketergantungan terhadap pinjaman online.

“Jangan karena teman beli sesuatu lalu kalian ikut beli. Jangan memaksakan gaya hidup. Seorang PNS bukan profesi yang membuat kalian tiba-tiba kaya raya,” tegas Ferdinand.

Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan menjadi hal penting bagi ASN karena masa pengabdian sebagai pegawai negeri berlangsung panjang hingga memasuki masa pensiun.

Penulis:humas

Foto: ss zoom meeting pelantikan