Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pinrang Beri Pendampingan Pengawasan Pilketos di Dua SMK

Bawaslu Pinrang Beri Pendampingan Pengawasan Pilketos di Dua SMK

Bawaslu Pinrang Beri Pendampingan Pengawasan Pilketos di Dua SMK

PINRANG — Pelaksanaan Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Pilketos) di tingkat SMA dan SMK mendapat perhatian dari Bawaslu Kabupaten Pinrang. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendampingan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengawasan Pilketos di SMKN 1 Pinrang dan SMKN 2 Pinrang, Rabu (23/9/2026).

Anggota Bawaslu Kabupaten Pinrang, Aswar, S.Psi., M.I.Kom., hadir memberikan pendampingan kepada peserta didik serta panitia yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilihan ketua OSIS di kedua sekolah tersebut.

Kegiatan ini diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan penyelenggara Pilketos mengenai bagaimana proses pemilihan dapat dilaksanakan dengan mengedepankan nilai-nilai demokrasi. Selain itu, para peserta juga dibekali pemahaman terkait tata cara pemilihan serta pentingnya menjaga setiap tahapan agar berjalan sesuai ketentuan.

Penyelenggaraan Pilketos serentak tersebut berlandaskan Surat Keputusan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 188.4/7848/DISDIK tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS Serentak SMA, SMK Negeri dan Swasta Tahun Pelajaran 2026/2027.

Dalam kesempatan itu, Aswar menekankan bahwa lingkungan sekolah merupakan salah satu tempat yang tepat bagi siswa untuk mengenal praktik demokrasi sejak dini. Pilketos, kata dia, dapat menjadi pengalaman langsung bagi siswa dalam menggunakan hak pilih sekaligus belajar menghormati pilihan orang lain.

“Pemilihan ketua OSIS merupakan bagian dari proses pembelajaran demokrasi di sekolah. Siswa dapat memahami bagaimana menggunakan hak pilih, menerima adanya perbedaan pilihan, serta mengikuti seluruh tahapan dengan menjunjung kejujuran dan tanggung jawab,” tutur Aswar.

Bawaslu Kabupaten Pinrang berharap kegiatan pendampingan tersebut tidak hanya mendukung kelancaran Pilketos, tetapi juga memberikan pengalaman demokrasi yang positif bagi para siswa. Dengan demikian, siswa yang nantinya menjadi pemilih pemula diharapkan memiliki pemahaman dan kesadaran untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi secara bertanggung jawab dan berintegritas.

Penulis : humas

Foto:tim