Bawaslu Pinrang Perkuat Kapasitas Peserta P2P Lewat Pembelajaran Audio Visual yang Inovatif
|
Pinrang — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pinrang terus aktif dalam meningkatkan kapasitas pengawasan partisipatif. Melalui tahapan pembelajaran audio visual dalam program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), peserta diajak memahami berbagai aspek pengawasan pemilu dengan cara yang lebih menarik, interaktif, dan kontekstual.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta P2P Bawaslu Pinrang mempelajari enam materi pokok, meliputi:
1️⃣ Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu
2️⃣ Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu
3️⃣ Teknis Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu
4️⃣ Teknis Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif
5️⃣ Teknis Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas
6️⃣ Teknis Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Kabupaten Pinrang Aswar, menyampaikan bahwa penggunaan media audio visual menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
“Dengan metode audio visual, peserta tidak hanya mendengar teori, tetapi juga melihat langsung simulasi dan contoh nyata di lapangan. Ini membantu mereka memahami bagaimana pengawasan dijalankan secara efektif dan tepat sasaran,” ungkap Aswar.
Ia menambahkan, P2P bukan sekadar forum pembelajaran, tetapi juga wadah pembentukan karakter pengawas yang berintegritas dan aktif berkontribusi dalam menjaga demokrasi.
“Kami berharap peserta P2P dapat menjadi penggerak di lingkungannya, ikut menjaga integritas pemilu, serta mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai alat bantu dalam melakukan pengawasan,” tambahnya.
Tahapan pembelajaran audio visual ini menjadi penutup rangkaian tahap awal P2P Bawaslu Pinrang. Selanjutnya, peserta akan memasuki tahap pembelajaran modul, yang berfokus pada pendalaman materi dan praktik langsung pengawasan di masyarakat.
Dengan pendekatan baru ini, Bawaslu Pinrang berharap lahir pengawas partisipatif yang adaptif, kreatif, dan berdaya digital dalam mengawal setiap proses demokrasi di tingkat lokal maupun nasional.
Penulis:humas
Foto: sumber Grup P2P