Bawaslu Pinrang Siapkan P2P Daring, Aswar Jelaskan Detail Program di Radio SBL 92,4 FM
|
Pinrang – Dalam upaya memperkuat peran serta masyarakat dalam mengawasi jalannya pemilu dimasa mendatang,Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pinrang terus mengintensifkan program pendidikan pengawasan partisipatif berbasis daring. Salah satu langkah sosialisasi yang dilakukan adalah melalui media siaran radio dengan menghadirkan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HPPH) Bawaslu Pinrang Aswar sebagai narasumber dalam program live di Radio Suara Bumi Lasinrang (SBL) 92,4 FM yang disiarkan pada siang hari ini, Rabu (22/10).
Dalam siaran tersebut, Aswar menjelaskan secara mendalam mengenai program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring, sebuah program nasional dari Bawaslu RI yang kini mulai dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota termasuk di Pinrang.
“Program ini bertujuan membekali masyarakat dengan pemahaman, keterampilan dan kesadaran akan pentingnya keterlibatan aktif dalam mengawasi setiap tahapan pemilu,” jelas Aswar.
P2P Daring merupakan program pelatihan berbasis online yang dirancang agar dapat menjangkau peserta di seluruh wilayah, termasuk kecamatan-kecamatan terpencil di Kabupaten Pinrang. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung mulai akhir Oktober hingga Desember 2025, menyesuaikan dengan agenda nasional Bawaslu.
Peserta yang dilibatkan berasal dari berbagai latar belakang antara lain:
- Alumni kader pengawasan partisipatif,
- Pemilih pemula,
- Tokoh pemuda dan masyarakat,
- Serta relawan yang telah melalui proses seleksi awal.
Menurut Aswar, metode pelatihan disusun secara sistematis agar mudah diakses dan interaktif. Tahapan pelaksanaan meliputi:
- Pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta,
- Penyampaian materi melalui e-modul dan video pembelajaran,
- Diskusi daring yang melibatkan fasilitator dan peserta,
- Post-test sebagai evaluasi akhir dari program.
“Ini bukan sekadar pelatihan biasa. Kami ingin membentuk sebuah gerakan pengawasan yang tumbuh dari akar rumput, bahkan hingga ke tingkat desa,” ujar Aswar.
“Menjaga demokrasi adalah tanggung jawab bersama. Mari kita awasi bersama-sama agar pemilu berjalan jujur dan adil,” Aswar di akhir siaran.
Penulis: humas
Foto: humas