Lompat ke isi utama

Berita

PD IWO Pinrang Gelar Dialog Publik “Saring Sebelum Sharing” hadirkan Komisioner Bawaslu Pinrang

G

PD IWO Pinrang Gelar Dialog Publik “Saring Sebelum Sharing” di Desa Mattiro Ade

Pinrang – Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Pinrang sukses menggelar dialog publik bertajuk “Saring Sebelum Sharing” pada Senin (29/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Mattiro Ade Kecamatan Patampanua, dan bertujuan membekali masyarakat dengan pemahaman etika serta kecerdasan dalam beraktivitas di ruang digital.

Dialog publik tersebut mengusung tema “Cerdas Bermedia Sosial, Penguatan Literasi Digital Masyarakat Desa”. Pemilihan lokasi di tingkat desa menjadi langkah strategis PD IWO Pinrang untuk menjangkau masyarakat akar rumput yang kini semakin aktif menggunakan gawai dan media sosial, namun belum seluruhnya mendapatkan edukasi literasi digital secara memadai.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mattiro Ade Andi Agussenge, SE.SP, yang hadir mewakili Kepala Desa Mattiro Ade. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif PD IWO Pinrang yang memilih Desa Mattiro Ade sebagai lokasi kegiatan edukasi digital.

Menurutnya, dialog publik semacam ini sangat penting untuk menjaga kondusivitas informasi di tingkat desa, sekaligus mencegah penyebaran hoaks dan informasi menyesatkan yang dapat memicu konflik sosial.

Hadir sebagai pemateri utama Aswar, S.Psi., M.I.Kom, pengamat media sosial yang juga menjabat sebagai Komisioner Bawaslu Kabupaten Pinrang. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya sikap kritis, etis dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial khususnya di tengah derasnya arus informasi digital.

Dialog ini turut dihadiri oleh Ketua PD IWO Pinrang Soemarlin Putra, S.Kom, bersama jajaran pengurus PD IWO Pinrang. Peserta kegiatan didominasi oleh pemuda-pemudi Desa Mattiro Ade yang tampak antusias mengikuti jalannya diskusi hingga akhir acara.

Ketua PD IWO Pinrang Soemarlin Putra, S.Kom, menegaskan bahwa dialog publik ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan beradab.

“Literasi digital bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Melalui dialog ini, kami ingin masyarakat desa semakin cerdas dan bijak dalam menggunakan akun media sosial mereka,” ujar Soemarlin.

Ia juga mengingatkan bahwa media sosial ibarat pisau bermata dua. Jika tidak digunakan secara bijaksana, platform digital dapat menjadi sarana penyebaran hoaks dan ujaran yang merugikan banyak pihak.

“Olehnya itu, prinsip saring sebelum sharing harus benar-benar dipahami dan diterapkan sebelum menekan tombol kirim,” pungkasnya.(vrman)

Sumber: https://www.info-rakyat.com

Diolah kembali oleh : humas Bawaslu Pinrang